Perbup Pemanfaatan Batik Motif Khas Berau Segera Ditetapkan, Salim: Sudah Dua Kali Pembahasan dan Tinggal Finalisasi
Suasana
pembahasan pertama dikantor bupati dan dipimpin langsung Bupati Berau Sri
juniarsih
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Keseriusan Pemkab Berau melahirkan Peraturan Bupati (Perbup) Pemanfaatan Batik Motif Khas Berau, bukan hanya isapan jempol semata.
Sebagaimana disampaikan Bupati Berau Sri
Juniarsih saat pelantikan Deskranasda pada bulan April 2021 lalu, bahwa
mendukung pengembangan hasil kreatif potensi penenun dan pembatik perlu
kedepannya Bumi Batiwakkal dibuatkan piranti hukum berupa Perbup.
Menurut penjelasan Plt Kadis Koperindag,
Salim dipastikan dalam waktu dekat
Perbup tersebut segera lahir.
“Segera
akan ditetapkan Perbupnya dalam waktu dekat, kondisi itu didukung karena draft
Perbup tersebut juga setelah dikosultasikan ke Pempus tidak ada poin yang
bertentangan dengan hokum lebih tinggi,”jelas Salim baru-baru ini dikantornya.
Setidaknya menurut Salim, untuk
melahirkan Perbup Pemanfaatan Batik Motif khas Berau sudah dilakukan 2 kali
pembahasan. Pembahasan perdana dipimpin langsung Bupati Sri Juniarsih pada
tanggal 28 Juni 2021 lalu bertempat dikantor Pemkab Berau JL APT Pranoto.
Dihadiri
semua SKPD terkait termasuk Ketua Deskranasda dan jajarannya juga semua
pemenang Design Batik yang pernah menguikuti kompetisi. “Untuk pertemuan
ke 2 nya saya langsung memimpin jalan pertemuan menindaklanjuti secara
teknis,”tambah Salim lagi.
Ditargetkan setelah PPKM berakhir ujar Salim
lagi , segera difinalkan Perbup itu, selanjutnya setelah ada Perbup
mempersiapkan secara tekhnis lagi pelaksanaannya dilapangan.
“Yang pasti dengan hadirnya Perbup tersebut,
menjadi tantangan tersendiri bagi semua kratif batik cap tulis karena harus
menyiapkan semua kebutuhan batik yang kita perlukan dalam jumlah besar dan
tidak bolah didatangkan dari luar,”tukasnya lagi.
Khusus
Industri Batik yang ada di Berau berjumlah 7 Industri membina sebanyak 48
Industri Kecil Menengah (IKM) dengan rincian Kecamatan Tanjung Redeb sebanyak 5
Industri antara lain Rumah Batik Berau/Roli Evanali membawahi 7 IKM, Batik Ta
Puri 10 IKM, Batik Warna Alam /Yuli Eka S 5 IKM , Batik Syah Pandu
Rata 3 IKM dan Batik Sinar Banua membawahi 3 IKM. Sisanya Batik Maluang
10 IKM di Kecamatan Gunung Tabur , Batik Tembudan di Kecamatan Batu Putih
10 IKM.
Sementara
Industri Tenun di Kabupaten Berau berjumlah 14 Industri , sebanyak 3 Industri
membawahi 3 IKM berlokasi di Kecamatan Tanjung Redeb seperti Mariatu Mapun
produknya Tenun Gunung Panjang, Hermintiwa produk kain tenung Gunung Panjang,
Lijun Mapun produk kain tenung Gunung Panjang total IKM 3 .
7 Industri di kecamatan Sambaliung membawahi
7 IKM seperti Lucia Siti Amina kain tenun Sukan, Armianti merk Kain Tenun
Sambaliung , aminanh Fitri Diaz merk Tenun Sanggam , Maria Oktivia merk Tenun
Bebanir Bangun , Ursula Grasiana merk Tenun Trans Bangun , Agustina Anteniamerk
Tenun Trans Bangun dan Kelompok Tenun Sukan merk Tenun Sukan.
1 Industri Kecamatan
Talisayan membawahi 0 IKM yakni Kelompok Tenun Bumi Jaya merk Tenun Bumi Jaya.
1 berlokasi di Kecamatan Segah membawahi 10 IKM yakni Industri Kelompok Tenun
Indah merk Tenun Pandan Sari dan 1 Industri lagi di Kecamatan teluk bayur
membawahi 7 IKM yakni Kelompok Tenun MaMaBe merk Tenun Meraang Tumbit Melayu.
(sep/adv)